Lebih baik menangis dengan orang bijak daripada tertawa dengan orang-orang bodoh.
Sabtu, 23 Januari 2016
Belajar: SEPULUH PRINSIP ILMU EKONOMI
Belajar: SEPULUH PRINSIP ILMU EKONOMIsepuluh-prinsip-ilmu-ekonomi
Sepuluh Prinsip Ilmu Ekonomi
Sepuluh Prinsip Ilmu Ekonomi
Kata
economy berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “one who manages a
household” atau “Pengelola rumah tangga”.
Ilmu
ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat mengelola sumber daya
yang langka atau yang jumlahnya terbatas.
Para
ekonomi mempelajari :
1. Bagaimana masyarakat membuat
keputusan.
Ø Orang
menghadapi Trade-off
Untuk
mendapatkan sesuatu yang diinginkan, kita biasanya harus mengorbankan sesuatu
lain. Ketika kita memiliki banyak tujuan, sebagian tujuan harus kita lepaskan
demi mengejar tujuan tertentu yang paling kita inginkan.
Membuat
keputusan menghadapkan kita para pertukaran (trade-off), merelakan sesuatu
untuk satu tujuan.
Trade-off
merupakan suatu keadaan yang pasti dihadapi oleh semua orang, mereka dihadapkan
dengan beberapa pilihan yang mengharuskan mereka mengorbankan beberapa pilihan
yang lain.
Efficiency berarti masyarakat mendapatkan
manfaat yang optimal atas penggunaan sumber daya yang langka.
Equity berarti manfaat dari sumber-sumber
daya tersebut didistribusikan secara adil di antara anggota masyarakat.
Contoh
:
Ketika
pemerintah ingin menyamaratakan kesejahteraan masyarakatnya dengan membagikan
bantuan kepada penduduk kurang mampu, disatu sisi keadaan ini akan menyebabkan
kesejahteraan di masyarakat tersebut dapat sama rata namun di sisi lain keadaan
itu akan mengurangi efisiensi karena penduduk kurang mampu tersebut bisa saja
menjadi malas untuk berusaha atau dana yang ada di pemerintah pasti akan
berkurang.
Ø Biaya
adalah apa yang Anda korbankan untuk mendapatkan sesuatu.
Mengambil
keputusan harus membandingkan biaya dan manfaat dari alternatif yang akan
dilakukan. Misal, apakah memilikih kuliah atau bekerja?
Biaya
kesempatan (opportunity cost) dari sesuatu adalah hal-hal yang harus
Anda korbankan untuk mendapatkannya.
Ø Orang
rasional berpikir pada batas-batas.
Perubahan
marginal (marginal changes) menjelaskan penyesuaian-penyesuaian terhadap
suatu rencana kerja yang sudah ada sebelumnya. Orang membuat keputusan slalu
berpikir secara bertahap, dengan cara membandingkan keuntungan marginal dan
biaya marginal.
Ø Orang
tanggap terhadap insentif.
Perubahan
marginal dalam costs dan benefits memotivasi orang untuk
meresponnya. Perilaku setiap orang juga akan berubah setiap perhitungan costs
dan benefits. Artinya kita tanggap terhadap insentif.
Keputusan
untuk memilih suatu alternatif dari yang ada terjadi ketika keuntungan marginal
(marginal benefits) pilihan tersebut lebih besar daripada biaya marginal
(marginal costs)nya.
2. Bagaimana masyarakat berinteraksi
satu dengan lainnya.
Ø Perdagangan menguntungkan semua pihak.
Perdagangan antara dua Negara akan menguntungkan keduanya.
Competition
results in gains from trading.
Perdagangan menyebabkan orang/Negara
berspesialisasi dalam keahlian mereka.
Ø Pasar adalah tempat yang baik untuk mengorganisasikan
kegiatan ekonomi.
Market economy adalah suatu jenis perekonomian yang mengalokasikan sumber
dayanya melalui keputusan-keputusan terdesentralisasi dari berbagai perusahaan
dan rumah tangga.
Dalam sebuah market economy, rumah tangga menentukan
akan kerja di perusahaan apa dan akan membeli apa dengan pendapatan mereka.
Perusahaan menentukan siapa yang akan dipekerjakan dan barang
apa yang akan dihasilkan.
Adam Smith merumuskan pengamatan bahwa semua rumah tangga
dan perusahaan berinteraksi di pasar bertindak seolah-olah dibimbing oleh
“invisible hand”.
Harga-harga adalah alat yang digunakan oleh tangan tak
Nampak untuk mengatur kegiatan ekonomi.
Karena rumah tangga dan perusahaan mempertimbangkan harga
saat mengambil keputusan untuk membeli dan menjual, tanpa sadar mereka
memperhitungkan manfaat dan biaya dari tindakan mereka secara sosial.
Hasilnya, harga-harga memandu parra pengambil keputusan ini
untuk mencapai hasil-hasil yang dalam banyak kasus, memaksimalkan kesejahteraan
masyarakat secara keseluruhan.
Ø Pemerintah
terkadang mampu meningkatkan hasil-hasil dari pasar.
Ketika
terjadi kegagalan pasar (market failure) pemerintah dapat melakukan
intervensi di bidang ekonomi, yaitu untuk mendukung efficiency dan equity.
Market
failure terjadi
ketika pasar gagal mengalokasikan sumber dayanya secara efisien dengan
kekuatannya sendiri.
Salah
satu penyebab kegagalan pasar adalah externality, dampak tindakan
seseorang atau perusahaan terhadap kesejahteraan orang lain. Contoh biaya
eksternal adalah polusi.
Kegagalan
pasar juga dapat disebabkan oleh kekuatan pasar (market power), yaitu
kemampuan sekelompok orang untuk mengatur harga-harga di pasar.
3. Beragam kekuatan dan trend yang
mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.
Ø Standar
hidup suatu Negara bergantung pada kemampuannya menghasilkan barang dan jasa.
Standard
of living dapat
diukur dalam hal perbedaan :
- Perbandingan pendapatan
perorangan (pendapatan perkapita).
- Perbandingan nilai total produksi
nasional (PDB).
Hampir
semua variasi antara standar-standar hidup dapat dikaitkan dengan perbedaan
produktivitas (productivity).
Productivity
adalah besarnya jumlah barang yang
dihasilkan dari satu jam kerja seorang pekerja.
Ø Harga-harga
meningkat jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak.
Inflation adalah peningkatan harga secara
keseluruhan dalam suatu perekonomian.
Salah
satu penyebab inflasi adalah pertumbuhan jumlah uang.
Ketika
pemerintah mencetak uang dalam jumlah yang besar, nilai uang itu sendiri akan
turun.
Ø Masyarakat
menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran.
Philips
Curve menunjukkan
trade-off antara inflasi dan pengangguran:
Penurunan
inflasi menyebabkan terjadinya kenaikan jumlah pengangguran.
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
1. Konsep Permintaan
a.
Permintaan
Permintaan
adalah kemampuan efektif pembeli untuk membeli berbagai jumlah barang dan jasa
pada berbagai kemungkinan tingkat harga dalam waktu yang sama.
b.
Hukum Permintaan (dengan asumsi)
Hukum
permintaan berbunyi : Jumlah barang dan jasa yang diminta dipengaruhi oleh
harganya, jika harga naik maka jumlah yang diminta turun dan sebaliknya jika
harga turun maka jumlah yang diminta akan naik; dengan asumsi factor-faktor
lain tidak berpengaruh. Atau secara singkat “jumlah yang diminta berbanding
terbalik dengan harga, ceteris paribus”. Dalam konteks ini, hukum
permintaan hanya berlaku untuk jenis-jenis barang normal, bukan untuk barang
mewah (superior, misal ; barang bergengsi dalam proses lelang) dan buka pula
untuk barang tuna nilai (barang inferior, missal ; makanan gaplek, barang
kadaluwarsa).
c.
Kurva Permintaan
Kurva
permintaan berkedudukan miring dari kiri atas ke kanan bawah [koefisien arah
yang negatif], sejalan dengan sifatnya berlawanan arah dengan perubahan harga,
sebagaimana ditunjukkan melalui gambar 2.4 dan 2.5 berikut.
Gambar 2.4: Kurva Permintaan linear barang
Dengan variabel jumlah Q, yang dipengaruhi harga P
Gambar 2.5: Berbagai kemungkinan permintaan barang
dengan jumlah Q, dan harga P yang berubah [dalam satu
kurva],
a [P1,Q1], B [P2,Q2],
dan C [P3,Q3].
d.
Pergeseran Kurva Permintaan
Pergeseran
kurva permintaan adalah ditunjukkan dengan semakin menjauhi garis permintaan
dari susunan salib bumbu [dari a ke c], yang terjadi sebagai akibat pengaruh
variabel eksternal selain jumlah barang dan harga, demikian sebaliknya semakin
mendekat [dari a ke b] akibat perubahan variabel lain diluar variabel jumlah
barang dan diluar variabel harga, misalnya karena penyebab pendapatan konsumen
yang meningkat/menurun. Kurva permintaan meningkat ditunjukkan melalui kurva
yang bergerak ke kanan atas dan menurun melalui kurva yang bergerak ke kiri
bawah.
e.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Permintaan
Adalah
cukup banyak variabel yang mempengaruhi [yang disebut = faktor] permintaan
selain daripada pengaruh variabel harga, yaitu :
1. Selera masyarakat
2. Jumlah pendapatan
3. Intensitas kebutuhan
4. Adanya barang Substitusi atau barang
pengganti
5. Adanya barang Komplementer atau
barang pelengkap
6. Musim
7. Banyaknya konsumen yang menghendaki
komoditi barang termaksud.
Permintaan dapat dispesifikasi lebih tajam lagi dalam
kaitannya ketersediaan anggaran, yaitu menjadi :
1) Permintaan absolute: permintaan yang
harus dipenuhi tanpa memperhitungkan kemampuan daya beli,
2) Permintaan potensial:
permintaan yang disertai dengan kemampuan daya beli,
3) Permintaan efektif: permintaan yang
diwujudkan dengan membeli.
f.
Uraian Matematis
Dalam
bentuk model matematis, fungsi permintaan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Model fungsi permintaan dirumuskan :
Qd = a-b. P
Qd = jumlah barang yang diminta
a = konstanta
b = koefisien arah
P = harga barang
2) Rumus persamaan garis melalui dua
titik yaitu
3) Contoh Hipotesis :
Tabel 2.2: Quantity Demand
Harga / Price
|
Jumlah yang dibeli
(Quantity Demand)
|
250
|
35
|
300
|
30
|
350
|
25
|
375
|
15
|
450
|
12
|
2. Konsep Penawaran
a.
Penawaran
Penawaran
adalah kesediaan penjual untuk menjual berbagai jumlah produksi pada
berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.
b.
Hukum Penawaran (dengan asumsi)
Hukum
menyatakan bahwa : Jumlah produk yang ditawarkan dipengaruhi oleh harganya,
perubahan jumlah yang ditawarkan searah dengan perubahan harga, sedang
faktor-faktor lain dianggap tetap. Secara pendekatan, Penawaran sejumlah
barang dipengarugi oleh harga yang searah, ceteris paribus.
Sebagai
catatan penting
bahwa sama halnya dengan hukum permintaan, bahwa dalam praktek nyata
sehari-hari asumsi ceteris paribus ini sebenarnya tidak dalam dunia
nyata. Sehingga hukum penawaran diatas adalah hanya penting untuk dapat
memahami secara lebih mudah, karena diantara faktor-faktor lain yang selain
faktor harga dipandang tidak terlalu berpengaruh.
c.
Kurva Penawaran
Kurva
penawaran mempunyai slope atau koefisien arah atau kemiringan bersifat positif,
karena variable (tak bebas) Qs yaitu jumlah barang yang ditawarkan
memiliki arah perubahan yang sama dengan arah perubahan variabel (bebas) harga.
Gambaran hipotesis kurva penawaran disajikan sebagai gambar 2.7 berikut.
Gambar 2.7: Kurva Penawaran
d.
Pergeseran Kurva Penawaran
Kurva
penawaran juga dapat bergeser semacam halnya kurva permintaan, kekiri [menurun]
maupun kekanan [menaik]. Pergeseran kurva yang menjauh dan atau mendekat dari
salib sumbu adalah disebabkan oleh faktor atau variabel selain harga dan selain
jumlah barang. Pergeseran itu terjadi meningkat, misalnya karena adanya
penemuan teknologi produksi yang baru.
Jumat, 22 Januari 2016
Arti Nama Warda Murti
Warda Murti | |||||||||||||||||||||||||
| Warda | Bunga mawar | ||||||||||||||||||||||||
Nama yang berkaitan | |||||||||||||||||||||||||
| Wardani | Bunga mawar | ||||||||||||||||||||||||
| Wardi | Bunga mawarku | ||||||||||||||||||||||||
Apa ada pada 'WARDA MURTI' ? | |||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||
Langganan:
Komentar (Atom)
